Simulasi Beternak Domba Dan Kambing Dengan Kebun Rumput

Dengan simulasi, jumlah lahan yang diperlukan untuk 100 atau 105 domba dapat dihitung. Penghitungan ini dilakukan dengan dua asumsi. Asumsi pertama satu ekor domba memerlukan satu meter persegi rumput per hari. Asumsi ke dua, rumput akan tumbuh dan dapat dipanen setelah berumur 40 hari. Bila seseorang mempunyai luas lahan kebun rumput 300 bata (300×14 = 4200 meter), maka 4200 dibagi 40 hari diperoleh 105 ekor domba.

1 1234567890123456789012345678901234567890
2 1---------1---------1---------1---------
3 1---------1---------1---------1---------
4 1---------1---------1---------1---------
5 1---------1---------1---------1---------
6 1---------1---------1---------1---------
7 1---------1---------1---------1---------
8 1---------1---------1---------1---------
9 1---------1---------1---------1---------
0 1---------1---------1---------1---------

Gambar di atas mensimulasikan lahan yang terdiri atas 40m x 10m = 400m persegi. Lahan seluas 400m2 akan mampu memberi pakan sebanyak 10 domba. Oleh karena itu, lahan seluas 4000m2 akan mampu memberi pakan sebanyak 100 domba. Gambar di atas menunjukkan bahwa satu ekor domba memerlukan lahan sebanyak 40m2. Mengapa 40m2? Karena seekor domba mengkonsumsi 1m2 setiap hari. Hari berikutnya, ia harus pindah ke lahan lain sampai 40 hari agar lahan 1m2 yang pertama dapat tumbuh dan dipanen dalam 40 hari.

Sebuah rumah di kampung luasnya bisa saja 30 bata atau 420m2. Ukuran rumah ini adalah rumah “priyayi alias ningrat” karena rumah kalangan “biasa” cukup 10 bata saja. Oleh karena itu, seandainya lahan seluas 420m2 itu digunakan sebagai lahan kebun rumput, maka lahan itu akan mampu memberi pakan sebanyak 10 ekor domba.

Pakan domba ini mesti diperhitungkan dari berat domba. Pakan domba adalah 10% dari berat domba. Bila berat domba 50kg (rata-rata), maka pakan per hari domba tersebut adalah 5kg. Bila berat domba 100kg, maka pakannya adalah 10kg per hari. Bila berat domba adalah 20kg, maka pakannya adalah 2kg.

Laba
Laba dari 100 domba dari lahan 4200m2 (300 bata atau dengan kandang 400 bata) dapat dihitung. Bila modal dasar seekor domba adalah Rp 300.000,00, dan dalam satu tahun dijual Rp 1.300.000,00, maka laba seekor domba adalah 1.000.000,00. Bila dalam satu peternakan ada 100 domba, maka laba keseluruhan adalah 100 x Rp 1.000.000,00 atau Rp 100.000.000,00 setahun. Bila domba dibiakkan sendiri, maka keuntungan dapat lebih berlipat sekalipun waktu pemeliharaan relataif akan lebih lama dari satu tahun.

Pekerja
Pekerja di peternakan dapat diambil sampai empat orang. Peternakan seluas 4200m2 yang ditanami rumput (jadi kebun rumput) dengan kandang kurang lebih 100m2. Kebun rumput itu dapat tumpang sari dengan berbagai tanaman: jati, mangga, sirsak, nangka, pisang, durian dan / atau pohon bambu.
Penghitungan gaji pekerja dapat dibandingkan dengan laba yang diperoleh. Bila gaji seorang pekerja sesuai UMR adalah 750.000,00 per bulan, maka gaji per tahun adalah 7.500.000,00 + 1.400.000,00 = kurang lebih 9juta. Bila ada 4 orang pekerja, maka gaji keseluruhan adalah 4 x 9juta = 36juta per tahun atau 2,8juta per bulan. Dengan demikian, laba bersih, dipotong gaji pekerja adalah 100juta – 36juta = 64juta per tahun. Jumlah 64juta per tahun bila dibagi 12 bulan adalah 5,3juta per bulan.

Jadwal Pekerja
Pekerja yang mengurus kebun rumput dan kandang dapat dijadwal. Mereka bekerja dengan pergeseran (shift) waktu kerja. Di sini diasumsikan pekerja menunggui kandang siang-malam demi keamanan kandang dari pencurian. Karena itu, kandang di peternakan harus mempunyai pos jaga yang dilengkapi dengan listrik, air, dan barang elektronik. Juga mesti ada perabotan: kursi, meja, tempat tidur, dapur, gudang. Sangat menarik jika kandang dikonversi sebagai lahan wisata. Lahan wisata ini berarti masyarakat sekitar dapat mengunjungi, belajar dari pola peternakan ini. Jika lahan wisata dipertimbangkan secara serius, maka perlu ada warung seperti warung bakso, susu, beef steak, tengkleng, atau olahan keju.
Sistem jadwal sebaiknya setiap hari ditunggui dua pekerja. Bila hanya seorang yang menunggu kandang, orang ini akan jenuh karena tidak ada teman ngobrol. Di samping itu, ada kemungkinan ada keperluan mendesak yang memungkinkan hanya seorang yang menunggu kandang sementara seorang lainnya memenuhi kebutuhannya yang mendesak itu. Keperluan mendesak contohnya urusan rumah tangga, desa, tamu, atau undangan.
Bila pekerja ada empat orang: Ara, Wardana, Aca, Pandi maka pengaturan jadwal ialah sebagai berikut.

Siang Malam
1. Senin Ara Wardana
2. Selasa Wardana Aca
3. Rabu Aca Pandi
4. Kamis Pandi Ara
5. Jumat Ara Wardana
6. Sabtu Wardana Aca
7. Minggu Aca Pandi
8. Senin Pandi Ara dan seterusnya

Sejumlah Modal Persiapan
Modal yang harus disiapkan di antaranya adalah lahan yang strategis. Lahan strategis ini adalah lahan yang dekat dengan sumber air (sungai atau irigasi) dengan begitu, kebun rumput tidak akan kekurangan air. Bila kebun rumput kekurangan air, maka rumput tidak akan tumbuh dengan baik.
Lahan yang strategisi ini cukup 400 bata untuk 100 ekor domba. Dengan perhitungan yang sama, lahan dapat kurang atau lebih dari 400 bata. Jangan terlalu rakus! Manusia sudah punya satu lahan ingin punya lahan lain…. Manusia sudah punya satu gunung ingin punya dua gunung…. Biarkan lahan untuk manusia lain dengan usaha lain.
Lahan sebanyak 400 bata bila dinilai strategis akan berharga 400rb per bata. Dengan begitu, modal lahan adalah 160juta. Tentu saja lahan ini tidak di tengah kota, melainkan di kampung yang memungkinkan limbah kotoran domba tidak mengganggu warga. Bila lahan dipertimbangkan kurang strategis (kurang ada air atau jauh dari air) maka lahan biasanya murah, bisa hanya 50rb–100rb per bata. Dengan begitu harga modal lahan yang kurang strategis seluas 400 bata bisa saja sekitar Rp 40juta.

Modal Kandang
Sebelum mimpi dilaksanakan, terlebih dahulu harus dihitung modal kandang. Modal kandang kurang lebih 10 juta untuk baja stainles, genteng fiber, papan dan bambu.
Luas kandang adalah 1,5m2 per satu ekor domba dengan begitu, bila ada 100 domba, maka luas kandang adalah 150m2 (10,7 bata).

Tahun-tahun Awal
Untuk tahun pertama, pekerja bisa hanya dua orang. Hal ini untuk menghemat pengeluaran karena keuntungan baru diperoleh tahun depan (saat hari raya Kurban, Rayagung). Oleh karena itu, jadwal pekerja untuk dua orang adalah sebagai berikut.

Siang Malam
1. Senin Ara Dana
2. Selasa Dana Ara
3. Rabu Ara Dana
4. Kamis Dana Ara
5. Jumat Ara Dana
6. Sabtu Dana Ara
7. Minggu Ara Dana
8. Senin Dana Ara dan seterusnya

Dengan dua orang pekerja di tahun awal, gaji pekerja pun “hanya” setengahnya yaitu 1,4juta per bulan. Setelah panen di hari raya Kurban (Rayagung), pekerja dapat ditambah dengan seleksi yang ketat (disiplin).

Indisipliner
Tindakan indisipliner dapat dilakukan pekerja. Tindakan indisipliner dapat mengakibatkan resiko fatal bagi usaha. Bahkan usaha bisa bangkrut. Tindakan indisipliner itu di antaranya mangkir masuk. Bahkan yang fatal adalah pencurian atau menukar domba dengan domba yang lebih kecil. Pekerja dapat menjual domba yang besar dan menukarnya dengan domba yang lebih kecil. Dengan begitu dia dapat surplus atau keuntungan dari selisih harga jualnya. Untuk mencegahnya dapat dilakukan dokumentasi seperti foto dari domba. Bayangkan foto 100 domba dalam bentuk digital, diprint dan ditempel di kandang atau disimpan di kantor. Indisipliner yang berbahaya dapat dikenakan sanksi dari mulai teguran sampai pemecatan untuk sanksi terberat. Untuk mencegah pencurian, penukaran atau penjualan, kandang dapat dikunci dengan gembok. Dengan begitu, domba dapat dikeluarkan hanya bila ada pemilik saja.

Pagar Peternakan
Peternakan atau kebun jukut dapat dipagar dengan patok beton dan pagar bambu. Pagar bambu harus dibuat bila domba diperbolehkan untuk dikeluarkan untuk berjalan-jalan di areal peternakan. Bila kebun jukut tidak dipagar, ada kemungkinan domba keluar dari areal peternakan dan merusak sawah, kebun, atau tanaman orang lain. Oleh karena itu, di areal peternakan harus ada pohon bambu untuk membuat pagar bambu.

Hal-hal Lain
Hal lainnya yang dapat dibahas di antaranya modal bibit rumput, modal pompa (toren), pengembangan SMK dan pengembangan desa wisata peternakan.

 

Sumber : http://iswara.staf.upi.edu

Daftar Peserta Sosialisasi WUB Jabar 2017 Bidang Usaha Peternakan Domba

Peningkatan Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas usaha. Berkenaan dengan hal tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengembangkan Program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru yang bertujuan untuk melahirkan para Wirausaha Baru yang inovatif, kreatif dan mandiri serta berdaya saing.

Pengembangan kewirausahaan merupakan salah satu upaya untuk menggali potensi dan kompetensi sumber daya manusia di Jawa Barat dalam mendukung penyerapan lapangan kerja dan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk menghadapi kompetisi tersebut bukan hanya sekedar komunikasi namun pengetahuan dan kemampuan/skill sangat diperlukan dalam mengembangkan kualitas SDM termaksud.

Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru di Jawa Barat telah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 79 Tahun 2015, hal ini telah memberikan jaminan dan kepastian atas eksistensi masyarakat untuk mengembangkan kewirausahaan dan Pemerintah akan memfasilitasi akses kelembagaannya, penciptaan pasar dan akses pembiayaannya. Kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu dengan menggunakan strategi “Jabar Masagi” yang melibatkan berbagai tingkatan Pemerintahan, Akademisi, Komunitas dan Dunia Usaha.

Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru di lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Barat dilakukan dengan tahapan pelatihan, pemagangan dan pendampingan/mentoring kewirausahaan.

Program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru Jawa Barat adalah program pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berupaya secara bertahap mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Program dan Kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.

Nama-nama peserta Sosialisasi WUB Jabar 2017 Bidang Usaha Peternakan Domba bisa dilihat disini (lihat daftar peserta)

Pelaksanaan : Selasa, 28 November 2017, pukul 08.00 s.d Selesai

UPDATE 21 November 2017 : Sehubungan akan ada evaluasi AUTS pada tanggal 28 November 2017, maka kegiatan sosialisasi WUB Jabar bidang usaha peternakan domba diundur menjadi hari Kamis tanggal 30 November 2017.

Lokasi kegiatan: Rumah Joglo, Desa Wisata UKM Tegal Waru, Kec. Ciampea, Kab. Bogor, Jawa Barat

085 773 333210 – Daftar Harga Hewan Qurban Mitra Tani Farm Tahun 2018 (UPDATE JULI 2018)

Daftar Harga Hewan Qurban Mitra Tani Farm Tahun 2018, UPDATE JULI 2018

Alhamdulillah harga hewan qurban CV. Mitra Tani Farm tahun 2018 sudah ditentukan. Silakan langsung menghubungi admin CV. Mitra Tani Farm di nomor 0851 0013 9887 atau 085 773 333 210

DOMBA / KAMBING

Bobot 18-22 kg = Rp. 1.700.000
Bobot 23-27 kg = Rp. 2.125.000
Bobot 28-32 kg = Rp. 2.550.000
Bobot 33-37 kg = Rp. 2.975.000
Bobot 38-42 kg = Rp. 3.400.000
Bobot 43-47 kg = Rp. 3.825.000
Bobot 48-52 kg = Rp. 4.250.000
Bobot 53-57 kg = Rp. 4.675.000
Bobot 58-62 kg = Rp. 5.100.000

HARGA BERLAKU SAMPAI 21 JULI 2018

 

Cek Harga Qurban Tahun 2019 disini (klik disini) 

SAPI

KODE      BOBOT (KG)     HARGA (RP)
SP.1      190-210     14.000.000
SP.2      215-235     15.750.000
SP.3      240-260     17.500.000
SP.4      265-285     19.250.000
SP.5       290-310     21.000.000
SP.6      315-335     21.875.000
SP.7      340-360     22.750.000
SP.8      365-385     24.375.000
SP.9      390-410     26.000.000
SP.10     415-435     27.625.000
SP.11     440-460     29.250.000

 

JENIS TERNAK

  1. Kambing : peranakan etawa (PE), jawarandu, kacang
  2. Domba dugul (tidak bertanduk) : domba gibas, domba ekor gemuk
  3. Domba bertanduk : domba garut, domba priangan
  4. Sapi : PO, Simental, Kupang, Bali

 

KEUNGGULAN

  1. Harga bersaing
  2. Kualitas terjamin
  3. Ternak sehat
  4. Ternak hasil penggemukan
  5. Free ongkir Jabodetabek
  6. Tidak ada biaya perawatan & biaya tambahan lainnya
  7. Pemesanan bisa via telepon, online atau langsung di kantor
  8. Berpengalaman sejak tahun 2002
  9. Melayani penyaluran hewan qurban ke daerah-daerah yang membutuhkan.

 

PEMESANAN

Untuk mempercepat & mempermudah proses pemesanan, silakan hubungi :

CV. Mitra Tani Farm

0851 0013 9887

085 773 333 210

 

METODE PEMBAYARAN

Pembayaran bisa secara tunai di kantor CV. Mitra Tani Farm. Pembayaran melalui transfer hanya dilakukan melalui nomor rekening : Bank Mandiri (kode bank 008) 133 00 11 36 96 26 a.n Mitra Tani Farm

Membangun Usaha Peternakan Kambing, Domba & Sapi Mulai Dari Nol

Segala Puji Bagi ALLAH Yang Melapangkan Rizki bagi hamba-hambaNYA yang berusaha dan bersabar.

MT Farm merintis usaha peternakan dimulai dengan usaha penjualan saat menjadi mahasiswa. Keberhasilan usaha awal tsb mendorong perintisnya untuk membangun sebuah peternakan yang saat ini memiliki lahan seluas 1.5 Ha di Kab. Bogor.

Kiat-kiat yang diterapkan oleh pendiri MT Farm sangat layak untuk diterapkan, silakan simak videonya.

Sumber video : Liputan Dzat Channel (https://goo.gl/6fsjgJ)

=====

CV. Mitra Tani Farm
Jl. Baru Manunggal 51 No. 39 Rt 04/05 Tegalwaru , Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16620
085 773 222 212 (Telp./SMS)
089660335008 (WA)

Online Media :
http://mitratanifarm.co.id
https://www.instagram.com/mitratanifarm
https://www.facebook.com/mitratanifarm

Kisah Sukses Pengusaha Muda Membangun Usaha Peternakan CV. Mitra Tani Farm – PKPU Human Initiative

PINTU INSPIRASI Episode 4 “Kisah Sukses Pengusaha Muda”

Episode kali ini Tim Pintu Inspirasi PKPU TV mengajak pemirsa untuk melihat usaha peternakan Mitra Tani Farm di daerah Ciampea Bogor yang digagas oleh sarjana peternakan dari salah satu universitas ternama di Bogor, beliau adalah Budi Susilo Setiawan pemilik dari usaha peternakan MT Farm

CV. Mitra Tani Farm
Jl. Baru Manunggal 51 No. 39 Rt 04/05 Tegalwaru , Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16620
085 773 222 212 (Telp./SMS)
089660335008 (WA)

Online Media :
http://mitratanifarm.co.id
https://www.instagram.com/mitratanifarm
https://www.facebook.com/mitratanifarm

Wirausaha Muda IPB – Budi Susilo Membangun Usaha Peternakan CV. Mitra Tani Farm

Para pendiri CV. Mitra Tani Farm yang kesemuanya adalah lulusan Institut Pertanian Bogor juga termasuk dalam Wirausaha Muda IPB.

CV. Mitra Tani Farm
Jl. Baru Manunggal 51 No. 39 Rt 04/05 Tegalwaru , Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16620
085 773 222 212 (Telp./SMS)
089660335008 (WA)

Online Media :
http://mitratanifarm.co.id
https://www.instagram.com/mitratanifarm
https://www.facebook.com/mitratanifarm

Budi Susilo, Pengusaha Sukses Mitra Tani Farm – Bincang Bintang GreenTV IPB

Budi Susilo merupakan salah satu alumni Fakultas Peternakan IPB yang sukses menjadi seorang peternak. MT Farm yang merupakan usaha peternakan terpadu tidak hanya bergerak dalam penggemukan hewan ternak seperti domba, kambing dan sapi tetapi juga berkembang dengan berbagai inovasi hasil peternakan yang dapat membantu masyarkat sekitar peternakan untuk lebih berdaya seperti dengan mengembangkan produk pangan olahan dan produk olahan selain pangan.

CV. Mitra Tani Farm
Jl. Baru Manunggal 51 No. 39 Rt 04/05 Tegalwaru , Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16620
085 773 222 212 (Telp./SMS)
089660335008 (WA)

Online Media :
www.mitratanifarm.co.id
https://www.instagram.com/mitratanifarm
https://www.facebook.com/mitratanifarm

Perluas Usaha Dengan Bermitra – CV. Mitra Tani Farm

Bermula dari berjualan domba milik peternak, kini MT farm menjelma menjadi salah satu peternakan yang cukup diperhitungkan.

Cermat mengamati celah bisnis menjadi kunci Mitra Tani (MT) Farm tetap eksis dalam usaha peternakan kambing-domba (kado). Peternakan yang digawangi oleh Budi Susilo S, Amrul L, Bahrudin, serta M. Afnaan W dirintis sejak September 2004. Mereka bersama-sama mengarungi berbagai tantangan yang terus berkembang.

Dari Jualan

M Afnaan W, salah satu pemilik MT Farm, mengutarakan, dari keinginan mencari pemasukan tambahan semasa kuliah pada 2002, ia dan ketiga temannya mempunyai ide untuk menjajakan domba milik peternak di wilayah bogor dan sekitarnya. “Jadi saat teman-teman liburan, kita main ke pasar kambing,” terang Afnaan, sapaannya, kepada AGRINA di lokasi peternakannya yang bertempat di Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jabar.

Usaha pertamanya ini sukses menjual 25 ekor domba. Tidak berhenti sampai di situ, ia pun melakukan penggemukan domba sendiri selama 3-4 bulan. Tahun berikutnya, ia berhasil menjual 86 ekor. “Kita dapat bantuan dana dari kampus sebesar Rp7,3 juta dan kembali menjadi Rp10,5 juta,” ingatnya.

Peningkatan penjualan terjadi pada 2004 tercatat 150 ekor terjual, sebanyak 750 ekor terjual pada 2005  dan pada 2006 terjual 1.500 ekor.  Kurun 2007-2010 rata-rata penjualanya 2 ribu ekor, tapi pada periode 2011-2014 penjualan merosot ratra-rata hanya 1.500 ekor. Penurunan ini lantaran, menggunakan pola pemasaran system grosir. “Kalau grosir itu ‘kan sekali banyak, jadi kita melayani pedagang untuk dijual lagi. Kini fokus pada penjualan retail atau langsung end user. Pembayaran lebih nyaman dan kerja lebih ringan,” jelasnya.

Tidak hanya untuk pasar kurban, Afnaan melakukan beragam cara untuk melego ternaknya, seperti melalui penjualan ke pemotongan hingga memasok ke jasa katering dan akikah serta restoran. Kebutuhan kado untuk akikah pun tidak kalah menggiurkan. “Kebutuhan kado ini tinggi banget. Ada jasa katering akikah di Jabodetabek yang punya 15 cabang, satu cabang butuh 100-200 ekor sebulan. Jadi satu manajemen kartering akikah butuh 3 ribu ekor/bulan. Itu baru satu manajemen belum yang lain,” ulas sarjana lulusan Fakultas Peternakan IPB ini.

Kendati demikian, ia melihat belakangan ini kualitas pesanan dari jasa akikah kerap berkurang. Pasalnya, tak hanya bobot ternak yang dipesan lebih ringan, malahan kini sudah beralih ke kambing atau domba betina akibat harganya yang lebih murah. “Kalau aturan agama boleh potong betina jika jantan yang mau dipotong lebih kurus dibandingkan betinanya. Cuma praktiknya yang dikejar bukan kualitas tapi ekonomi,” tukasnya.

Pria berusia 32 tahun ini menilai, hal itu akan berujung pada kelangkaan bibit akibat betina produktifbanyak dipotong. Sedangkan, pelaku usaha pembibitan masih jarang. Sehingga, sejak tahun lalu ia juga mulai menambah porsi pembibitan di kandangnya.

Tenaga Pemasaran

Perubahan dari pasar grosir menuju pasar ritel bukan tanpa hambatan. Pasalnya, rataan penjualan kado MT Farm mencapai 100-200 ekor/bulan. Tentu bukan perkara enteng jika mau dijual secara eceran.

Afnaan pun menyiasati dengan memperluas jaringan pemasaran melalui penambahan tenaga pemasaran dan tetap mempertahankan jaringan lama. “Jadi dengan memperbanyak marketer, terutama mahasiswa yang berjiwa usaha dan pernah magang di sini,” ujar kelahiran Salatiga, Jateng pada 3 Februari 1982 itu.

Ia menjelaskan, tenaga tambahan itu tidak terikat dengan kontrak, melainkan hanya membantu mencari konsumen. Untuk satu ekor kado yang terjual marketer ini mendapat bayaran Rp50 ribu dan Rp100 ribu saat Idul Adha.

Kemitraan

Pasar memang penting, sektor hulu pun punya andil mengamankan pasokan. Untuk itu, MT Farm melakukan system kemitraan. “Kekurangan pasokan dan ketidak sanggupan memenuhi kebutuhan, akhirnya kita kerja bareng membuat plasma agar ketersediaan selalu ada,” terang Afnaan.

Sistem kemitraan ini sudah diterapkan sejak 2011 dengan dua model. Pertama plasma pemberdayaan, bertujuan untuk memberdayakan petani dengan modal yang diperoleh dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) dan ZIS (Zakat, Infak dan Shadaqah) salah satu bank nasional. Kedua plasma bisnis, hubungannya murni untuk bisnis antara MT Farm dengan investor.

Supaya sistem ini berjalan lancar, suami dari Kurniawati Hasanah ini merancang agar peternak plasmamerasa nyaman selama masa pemeliharaan dengan memberikan jaminan harga, waktu panen, pasar, serta modal. “Selama ini tidak ada yang menjamin harga, jadi sistemnya harga beli sama dengan harga jual. Kemudian menjamin waktu panen setiap 3-4 bulan, jadi tidak harus menunggu terlalu lama, dan pasarnya jelas tanpa harus dimainkan oleh tengkulak,” paparnya.

Selain itu, dari pengamatannya, peternak yang tidak memberikan perlakuan khusus alias hanya memanfaatkan hijauan seadanya mampu menaikkan bobot hingga 5kg/ekor selama tiga bulan pemeliharaan. Artinya dalam tiga bulan peternak  bisa memperoleh pemasukan Rp350 ribu per tiga bulan jika harga kado dibanderol Rp70/kg bobot hidup.

Ia pun mematok skala usaha pemeliharaan minimal 25 ekor. Tujuannya, agar beternak menjadikan sebagai usaha utama bukan sebagai tabungan atau kerja sampingan.

“Harapannya dengan pertambahan 5 kg dalam tiga bulan peternak bisa mendapat Rp8,7 juta. Tapi itu masih dibagi lagi, 50% untuk petani, 25% investor, 15% MT Farm yang sudah menjamin dan 10% biaya operasional seperti kontrol ke kandang-kandang. Jadi kira-kira petani bisa memperoleh Rp1,4 juta/bulan. Karena dana hibah, keuntungan investor ini biasanya dialokasikan untuk pembangunan fasilitas umum,” urai Bapak yang mengaku hobi dagang tersebut.

Selain plasma pemberdayaan, plasma bisnis juga diberikan jaminan layaknya petani. Perbedaannya hanya di modal dan pembagian keuntungan. Keniakan bobot badan per tiga bulan akan dibayarkan dan selanjutnya dibeli utuh menjelang Idul Adha dengan harga beli yang sama di awal.

Pola kemitraan ini terus berkembang. Untuk plasma pemberdayaan, kurang lebih 40 petani di wilayah Bogor tergabung didalamnya. Sementara jumlah kado, baik di plasma pemberdayaan dan bisnis, berjumlah lebih dari seribu ekor.

Arfi Zulta HB

 

Sumber : agrina-online.com

Kuliah Sambil Kerja Bisa Aja, Asal…..

JAKARTA – Bekerja atau membuka usaha sendiri? Dilema ini yang mungkin menghantui para mahasiswa jelang kelulusan. Ternyata, keduanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Demikian disampaikan Pemilik PT (admin: seharusnya “CV”) Mitra Tani Farm Budi Susilo Setiawan saat Studium  Generale ‘Pembekalan Karir Prawisuda Sarjana’ Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut Budi, meniti karier dengan bekerja pada orang lain sambil berwirausaha adalah pilihan yang lebih baik daripada bekerja atau berwirausaha saja.

“Namun ada syaratnya dan harus ada prioritas. Jika kalian masih kuliah dan sambil berwirausaha, maka kuliah harus jadi prioritas utama. Sementara berwirausaha prioritas selanjutnya,” ujar Budi, seperti disitat dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (19/11/2013).

Senada dengan Budi, Direktur PT Multi Azam Sejahtera Achmad Iman menyebut, kuliah sambil beriwusaha dapat berjalan seimbang selama mahasiswa bisa membagi waktu dan berkorban.

“Jika ingin berpenghasilan lebih, maka harus memiliki penghasilan tambahan dengan berwirausaha dan harus ada yang dikorbankan. Misalnya waktu,” imbuh Achmad.

Dia menambahkan, para lulusan harus mencintai setiap pekerjaan yang ditekuni kelak. “Jika kalian ingin meniti pekerjaan dengan bekerja pada perusahaan, maka cintailah pekerjaan itu. Dengan mencintai itu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Riset Perkebunan Indonesia (RPN) Didiek Hadjar Goenadi berbagi sejumlah pesan kepada para lulusan yang akan segera memasuki pintu gerbang dunia kerja.

“Pertama, Kalian harus bisa mengembangkan diri. Kedua, memiliki semangat dalam rangka meraih hasil terbaik, bekerja keras, pantang menyerah dan gunakanlah teknologi guna mencapai keuntungan yang berkelanjutan,” kata Didiek.

 

Sumber : news.okezone.com